Daftar Lengkap Buku-buku Karya Henri Nurcahyo

Selain menulis sendiri, Henri Nurcahyo juga menjadi EDITOR dari sejumlah buku ini:

read more

Pertemuan Ajaib: Butet Kartaredjasa dengan Prabu Kertarajasa

Catatan Henri Nurcahyo (Bagian 4 – habis) SEJARAH kadang turun dari singgasananya tanpa aba-aba. Ia tidak datang lewat kitab tebal atau pidato khidmat, melainkan menyelinap di sebuah halaman rumah, lewat sebongkah batu, lalu menatap seseorang tepat di mata. Itulah yang dialami Butet Kartaredjasa: sebuah “pertemuan” yang ganjil sekaligus akrab, ketika Prabu Kertarajasa Jayawardana—raja pertama Majapahit—seolah…

read more

Butet Kartaredjasa: Menolak Jadi Penjilat

Catatan Henri Nurcahyo (Bagian 3) DALAM pusaran politik, putra seniman kondang Bagong Kussudiardjo ini tidak pernah mau hanyut sebagai oportunis.  Ketika pemerintahan berlangsung represif, Butet melihat banyak ide bertaburan. Ketika ada ketidak-adilan, ia merasa harus bersuara. Itu sudah menjadi sikapnya sejak muda. Tidak pernah bisa diam. Sejak awal, ia selalu menyuarakan persoalan sosial-politik sebagai bentuk…

read more

Ruang Teduh Bulan Desember: Kisah Pameran Harjaba

Catatan Henri Nurcahyo PAMERAN Lukisan Hari Jadi Banyuwangi  (Harjaba) digelar lagi. Kali ini temanya: Lereme Roso, sebuah pilihan yang secara singkat dapat dimaknai “keteduhan hati”. Ini memang agenda tahunan, yang kalau tak salah diadakan sejak tahun 1991 (baca: 34 tahun yang lalu). Pada mulanya memang tidak selalu terjadi setiap tahun, namun belakangan ini nampaknya rutin…

read more

Butet Kartaredjasa: Animisme Progresif

Catatan Henri Nurcahyo (bagian 2) SECARA administratif—ini istilah paling aman—Butet tercatat beragama Kristen, mengikuti jejak ayahnya, Bagong Kussudiardjo. Tapi jangan bayangkan ia rajin duduk manis di bangku gereja tiap Minggu. Butet lebih betah berkencan dengan yang spiritual-spiritual saja: yang sunyi, yang batin, yang tak perlu absen dan tanda tangan. Agama baginya urusan serius, maka jangan…

read more

Butet Kartaredjasa, Pancen Asuwok….

Catatan Henri Nurcahyo (bagian 1) Namanya Butet Kartaredjasa. Aktor Yogya yang hidupnya seperti monolog panjang tanpa jeda—penuh tawa, nyentil, dan kadang nyeletuk seenaknya. Canda baginya bukan aksesori panggung, tapi vitamin harian. Katanya, gembira itu obat paling mujarab: bisa menolak penyakit tanpa perlu antre di apotek. Maka jangan heran, pantangan makanan? Nihil. Olahraga? Hampir mitos. Kopi…

read more

CURICULUM VITAE

                                                           Nama                                            : HENRI NURCAHYO Tempat dan Tanggal Lahir           : Lamongan, 22 Januari xxxxxxxxx Alamat Rumah                 : Jl. Bungurasih Timur xxxxxxxxxxxxxxxx   Sidoarjo – 61256 – Jawa Timur – Indonesia Mobile Phone             : 0812 xxxxxxxxxxxxxxx Email                           : [email protected] Medsos FB     …

read more

Hoegeng di Panggung Butet: Dari Satire ke Pidato Moral

Catatan Henri Nurcahyo BUTET KARTAREDJASA menghadirkan pertunjukan terbaru dengan judul “Pasien No.1” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan Sabtu, 1 November 2025. Kisahnya seputar kemerosotan etika dan moralitas para pengelola rumah sakit yang mendahulukan perawatan dan pelayanannya berdasarkan suap yang diberikan para pasien. Kondisi sakit yang dialami para…

read more

Omah Petroek, Oasis Rohani di Kaki Merapi

Catatan Henri Nurcahyo BERADA di sebuah kawasan pedesaan yang tersembunyi, sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, ternyata ada sebuah destinasi wisata yang istimewa. Ini bukan destinasi yang mainstream yang hanya memanjakan mata (apalagi sekadar instagramable), melainkan ruang perjumpaan antara alam, seni, spiritualitas, dan keberagaman. Namanya “Omah Petroek Karang Klethak.” Sebuah oasis rohani di Yogyakarta…

read more

BARITO YANG MENELAN MATAHARI

Cerpen Henri Nurcahyo Sungai Barito berubah menjadi lukisan hidup ketika senja tiba. Matahari yang keemasan perlahan merosot ke dalam air, ditelan oleh riak sungai yang berkilau seperti tembaga cair. Langit di barat menyemburkan ledakan warna—jingga, merah, dan ungu—memantul di permukaan air yang bergerak lamban. Menciptakan ilusi seakan-akan sungai itu terbakar. Seperti cermin retak, bergetar oleh hembusan…

read more

  • 41,470
  • 25,661