Catatan Henri Nurcahyo KOLABORASI Affandi dan Chairil Anwar pernah melahirkan sebuah lukisan poster yang ikonik: “Boeng Ajo Boeng” (Bung Ayo Bung). Idenya dari Soekarno, yang meminta agar memvisualkan semboyan “Freedom or death” (Merdeka atau mati). Lantas Affandi menjadikan pelukis Dullah sebagai modelnya. Kemudian penyair Chairil Anwar, mengubah semboyan itu dengan kalimat “Boeng Ajo Boeng.” Sebuah…
Catatan Henri Nurcahyo BULAN Juni memang istimewa. Tanggal 1 ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila, berdasarkan pidato Bung Karno. Tanggal 6 Juni Sukarno lahir dengan nama Kusno, dan 21 Juni proklamator RI itu meninggal dunia. Maka bulan Juni adalah Bulan Bung Karno. Tapi ingat, Sapardi Djoko Damono juga menulis puisi yang ikonik: Hujan Bulan Juni. tak…
Catatan Henri Nurcahyo DEWAN Pertahanan Nasional (DPN) mengunjungi Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Ini hal yang langka dan menarik dicermati. Apa hubungannya (baca: apa pentingnya) kesenian bagi pertahanan? Sampai-sampai DPN yang berinisiatif melakukan audensi dengan DKS, bukan sebaliknya. Sebagai pegiat Budaya Panji, saya mencoba memahaminya dari perspektif Budaya Panji sebagai simbol pemersatu nusantara. Dalam acara yang…
Catatan Henri Nurcahyo MESKI lebih dikenal sebagai pelukis, perjalanan kesenian Amang Rahman sesungguhnya bermula dari sastra. Sejak masa mudanya Amang memiliki obsesi menjadi sastrawan. Ia rela menjadi pesuruh di kantor penerbitan sebuah majalah (tahun 1952) supaya bisa bersama Toha Mochtar dan Trisnoyuwono dalam satu kamar kontrakan. Pergaulan intens bersama dua sastrawan itu bagi Amang ibarat…
Namanya Noriah Mohammed (82 tahun). Saya kenal perempuan asal Malaysia ini tahun 2018 ketika sama-sama menjadi narasumber seminar dalam kaitan Festival Internasional Panji di Jakarta. Sejak itu kami sering kontak-kontakan, bukan hanya via WA namun pakar sastra Melayu ini seringkali telepon langsung hanya sekadar menanyakan kabar. Perempuan keturunan Kebumen Jawa Tengah ini pernah juga saya…
Penyelenggaraan pameran lukisan disertai diskusi sudah menjadi hal yang langka. Berbeda dengan dulu. Tapi hal ini tidak berlaku buat pameran yang diselenggarakan di Galeri RAOS Kota Batu. Kali ini yang berpameran adalah Slamet Hendro Kusumo, sejak 4 April hingga 19 April 2026. Dalam kurun waktu tersebut hampir tiap hari disemarakkan dengan diskusi atau pergelaran kesenian.…
Catatan Henri Nurcahyo (Bagian 4 – habis) SEJARAH kadang turun dari singgasananya tanpa aba-aba. Ia tidak datang lewat kitab tebal atau pidato khidmat, melainkan menyelinap di sebuah halaman rumah, lewat sebongkah batu, lalu menatap seseorang tepat di mata. Itulah yang dialami Butet Kartaredjasa: sebuah “pertemuan” yang ganjil sekaligus akrab, ketika Prabu Kertarajasa Jayawardana—raja pertama Majapahit—seolah…
Catatan Henri Nurcahyo (Bagian 3) DALAM pusaran politik, putra seniman kondang Bagong Kussudiardjo ini tidak pernah mau hanyut sebagai oportunis. Ketika pemerintahan berlangsung represif, Butet melihat banyak ide bertaburan. Ketika ada ketidak-adilan, ia merasa harus bersuara. Itu sudah menjadi sikapnya sejak muda. Tidak pernah bisa diam. Sejak awal, ia selalu menyuarakan persoalan sosial-politik sebagai bentuk…